Thursday, October 04, 2007


Public transportation

Public transportation is a never-ending urban problem. One thing, however, has ended, disappeared without a trace: the Jakartan pedicab, which had been wiped out due to some dubious reasons. One thing is clear, though; the pedicabs are a representation of the ineptitude of the government in managing the economy of the country. During the crisis in the 1980s, Governor Tjokropranolo of Jakarta gave more rooms for movements for the pedicabs, and so did Governor Sutiyoso after the monetary crisis in 1998—although the latter immediately rescinded this oral declaration. This is all because the government is unable to give some better job options. Pedicabs might exist, as long as they are not in Jakarta. But the pedicabs are as though as their drivers; after decades of abolition efforts, they still exist, as invincible as Rambo, one of the characters in a 1986 short story by Seno Gumira Ajidarma, Becak Terakhir di Dunia (Atawa Rambo) or The Last Pedicab on Earth (or Rambo).

In terms of their respective tourism policy, Jakarta and Yogyakarta clearly see things differently. To welcome the Visit Indonesia Year 1991, the governor of Jakarta at the time, Wiyogo, had another go at abolishing the pedicab to protect the tourists’ sight. Meanwhile in Yogyakarta, with that very reason plus many interests beyond it, “The pedicabs must be maintained [in Yogyakarta] until our dying days”—as proclaimed by the Mayor of Yogyakarta in 2004, quoted by Yoshi Fajar Kresno Murti in his article in this edition of Karbonjournal. The pedicabs have now disappeared from Jakarta but they still exist in Yogyakarta and other Indonesian cities and towns. Yoshi Fajar Kresno Murti enchantingly delineates the journey of the Yogyakartan pedicabs. Ending his essay with a note on the motor pedicabs in Yogyakarta, the writer re-questions his town’s vision for the future in terms of its public transportation.

Returning to the topic about Jakarta—how its grand plan has been created without recognizing the pedicabs—isn’t it better that Jakarta has no pedicabs today? Where would a pedicab driver go today? With or without the pedicabs, the traffic jams of Jakarta will remain and the blueprint for the Jakartan roads are unfriendly not only to the pedicabs but also to all kinds of vehicles and citizens.

The ojek drivers are omnipresent now, and so are the taxis that today exist with varying brands and tariffs—many drivers need money, and many business people need profits. Has the life of the taxi driver changed, however? You can compare today’s condition with the short essay by Seno Gumira Ajidarma republished here. The writer presents there his experiences with, and respect for, taxi drivers. These are also two of the things that Andry Mochamad wants to share to provide some common experience, by producing stickers for passengers to tag good bus drivers in 2001.

We do not cover all means of public transportation, and any new point of view that you might provide is always welcome. In the public transportation system, some things have changed and some things stay the same—just as I describe in my essay about the seating attitude of the passengers on the AC Patas buses, who will not only select where they would sit, but also with whom they want to sit. Such considerations reaffirm how scary the Jakartan roads are for the citizens. This also shows a yet another burden in the effort to improve the quality of the public transportation system: the long time it takes to change the attitude of the people.

http://www.karbonjournal.org/content/?p=155&language=en

Sunday, September 23, 2007






TEMPAT MAKAN FAVORIT DI JAKARTA



BUBUR AYAM
Bubur Ayam Cikini, depan KFC (malam)

Bubur Ayam Jl. Tanjung, Menteng
Bubur Ayam Cideng, Ps. Cideng Tanah Abang (malam)
Bubur Ayam Sukabumi, Tebet
Bubur Ayam Senayan, yang enak yang di depan Istora, Mobil Ijo (Minggu pagi)
Bubur Ayam Sukabumi, Jl. Radio Dalam, pas tikungan
Bubur Ayam depan RS Pondok Indah (pagi)
Bubur Ayam Sawangan, depan Polsek Sawangan, Cinere (pagi)
Bubur Ayam Barito, depan makam jl. Barito
Aneka Bubur (Ayam, sapi, ikan, kepiting) Kwang Tung di Pecenongan, buka 24 jam
Bubur Ayam Slipi (belakang slipi jaya, dekat Golkar)
 
NASI GORENG
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih (malam)
Nasi Goreng Jl. Lembang, Menteng: jangan salah pilih cari yang rame 
Nasi Goreng Jl. Lombok, Menteng
Nasi Goreng Sosis, seberang Lippo Menteng depan Nanaban Tei
Nasi Goreng Sea Food Cikini, dekat KFC
Nasi Goreng Kambing Bakti, dekat Senopati, masuk dari Pom Bensin Senopati
Nasi Goreng Pekalongan, Jl. Fatmawati, Pondok Labu, depannya ex. Circle K
Nasi Goreng BNI Jln. Boulevard Kelapa gading depan BNI, buka malam saja
Nasi Goreng Jl. Daksa: (tau deh sekarang masih buka apa ngga...?)


NASI UDUK / WARTEG
Nasi Uduk Mas Miskun, Jl. Kramat Raya, dekat Hotel Acacia
Nasi Uduk Gondangdia, di bawahnya Fly Over Kereta Jl. Gondangdia Lama
Nasi Uduk Babe Saman, Jl. Kebon Kacang II, kalau nggak salah
Nasi Uduk Rawa Mangun, dekat Terminal Rawamangun
Nasi Uduk Spesial Jl. Kali Malang, deket terminal, dekat perempatan Jati Bening
Nasi Uduk Masdikun, tenda Apartemen Wisma gading, Jl Boulevard Kelapa Gading
Nasi Uduk Kota Intan Jln. Samanhudi di tenda kalo malam, di Kelapa Gading juga 
ada
Nasi Uduk Jl. Kebon kacang
Warteg Warmo, Tebet: setiap orang pasti tahu
Nasi Uduk Dikun, depan Komp. Pertanian, Ps. Minggu
Warteg Setia, Jl. Fatmawati, depan Ps. Mede: tempat makan selebriti
Warteq Gewart, dari arah Cililitan ke arah Jalan Squadron.  Sop dan tepung tempe pake sambal kecap cabe-nya .. top banget.
 
BAKMI / BAKSO / YAMIN
Bakmi Udin, Jl. Besuki, deket SD Besuki, Menteng
Bakso / Mie Bakso Jl. Tanjung
Mie Ayam Gang Kelinci: katanya sih yang enak di Gang Kelinci Ps. Baru
Bakmi Ps. Cikini
Bakso Komplek IKJ, deket Bioskop 21:tongkrongannya anak-anak IKJ
Bakso / Siomay LIA Pramuka
Bakso Matraman, di Jl. Matraman Raya, sebelahnya SD Marsudirini: Es Durennya
Mie deket gereja, depan PARKIT, Sabang
Bakmi Tropik, Ambassador Mall, Jl. Casablanca
Mie Lomie, Karet: hati-hati ada babi-nya
Baso Lapangan Tembak, Senayan
Mie Ayam Buncit, di Jl. Warung Buncit
Mie Engkoh, depan Komp. Pertanian Ps. Minggu
Bakso Titoti, dari Pancoran kira2 400m dari Goro sebelah kiri jalan
Bakmi Boy, Ps. Mayestik, Jl. Cikajang
Bakso Bola Tenis, dekat Lapangan Blok S (malam)
Bakso/Siomay Blok S, depannya RS Kebayoran: eh..Es Podengnya enak juga
Bakmi Pangsit depan RSB Asih, Melawai (BARU)
Bakmi Permata, Permata Hijau, dekat Tops Supermarket
Cwie Mie Malang (HCM) di Arteri Simatupang
Baso Tirta Marta Pondok Indah, depannya Sekolah Tirta Marta: Mie Ayam dpn gardu juga enak
Mie Yamin Tri-M Pondok Indah, pdi pertokoan dekat Ora et Labora PI
Bakmi Villa, belakang Villa Cinere Mas, Jl.Karang Tengah, Cinere
Bakso Galant, di Sunter pinggir kali
Bakso Mahkota di Roxy Mas & Jl Semeru Grogol
Bakso Aduhai/ Di pelataran parkir Mal Kelapa gading
Bakso samping Metro Pasar Baru, batagornya juga endang....
Bakmi Bintang Gading, di Jln Boulevard Kelapa Gading, tapi... non halal
Bakmi Karet (Krekot) di Jln. Samanhudi di dekel rel kereta api
Bakmi babat Senen, ada juga di Jln. Samanhudi
Bakmi Griya sebelah Dunlop Sunter Griya
Mie ceker bandung JL. Sambas pesen mi ceker yamin hummm...enakkkkkkk
Bakmi Yungma Bangka, Bogor.  Enak banget terutama mie ayam Yaminnya. Didepan PLN Bogor deket Stasiun Bogor.
Bakmi Golek, yang paling enak suasananya di Dewi Sartika.
 
AYAM GORENG / BAKAR
Ayam Goreng Pemuda, Jl. Surabaya, Menteng;Casblanca
Ayam Bakar Menteng, seberang Menteng Plaza
Pecel Ayam Bu Bambang, Ps. Benhil
Ayam Bakar Jl. Denpasar, Kuningan, dari Casablanca sebelah kanan jalan
(BARU)
Ayam Berkah, Blok M belakangnya SMP 56: yang enak yang tenda kuning, 
Ayam Taliwang, Tebet; Jl Wolter Monginsidi; Jl. P. Polim samping Apotik Jaya
Ayam Bakar SoGO (Somay Gope') sebelum Hero Kalimalang, kiri. Dari arah Halim
Ayam Bakar Gantari, sebelah Blok M plaza adannya di pinggir jalan. 
Ayam Goreng Bulungan Blok M
Ayam goreng Mardun di Mangga Besar VIII sebelah kwetiau sapi Mg Besar
Ayam Goreng Presto Ny. Nita Cabang Bali di Meruya & Jl. Boelevard Kelapa gading
Ayam Bakar di Bioskop Metrropol, deket RSCM, sambelnya enak.
Ayam Goreng Ny. Suharti Jln. Pemuda
Ayam Bakar Megaria, ada di bioskop Megaria dan Belakang Gedung Samudera- Slipi.  Es telernya juga enak.
 
SEA FOOD
Sea Food Rawamangun, deket Ps. Rawamangun
Sea Food 99, Kp. Melayu, dekat RS Mitra Keluarga
Ikan Tude, Jl. Blora
Sea Food di Pertokoan Bintaro Sektor 9, belakang Mc Donald Sektor 9
Sea Food depannya Bunderan PSKD IV Blok M
Sea Food 212 Wiro Sabelng Jl. Boulevard Kelapa Gading, lewatin Mal
Sea Food Baruna, pojokan depannya Balemang Café
Sea Food Muara Angke: bisa beli Ikan (milih sendiri) dan minta bakarin disana.
Sea Food Babe Lili di Jl. Wahid Hasyim terutama ikan kambing kambingnya
 
SATE
Sate Kambing Muda, bintaro (perempatan bintaro, gerbang bintaro) top banget
Sate Kambing Jalan Karawang (makan siang) kalo bingung cari teriak Buyung ..aja
Sate Ayam bunderan Kolam Lembang
Sate Kambing pojokan jalan Sabang, depan kantor Polisi: ngantri selalu
Sate Kambing Ny. Semarang, Megaria/Metropole
Sate Kambing Jono, Jl. Pejompongan
Sate Pancoran, Jl Raya Ps. Minggu, deketnya ILP
Sate Kambing Bu Yanti, Duren Tiga
Sate Blok S, tetanggaan ama Baso Blok S, depan RS Kebayoran
Sate Cikajang, Ps. Santa
Sate Apotik Jaya, Panglima Polim
Sate Ayam Jl. Samba
Sate Ayam depan RS Pertamina: uenakk!
Sate Hadori, Jl. Bangka, cabangnya Bandung: 
Sate Ayam di pertokoan Pondok Indah Plaza (Pertok), (malam)
Sate Tri-M Pondok Indah, di pertokoan deket Ora et Labora Pondok Indah
(siang)
Sate Kambing Pak Haji Jl. Karang Tengah, dekat perempatan Lb. Bulus (Hero Lb. Bulus) - Kr.Tengah
Sate Kambing, dekat Univ. Mpu Tantular.  Buka sore/malam.  Dagingnya gede-2 dan empuk. Ada tempat parker mobil.